Thai Chess_Indonesian Chess_bet365 mobile version_bodog_Online Gaming Forum

  • 时间:
  • 浏览:0

MSports betting WilliSports betting WilliSports betting William Hillam Hillam Hillasih berhubungan dengan Sports betting William Hillkepo tadi. Karena kepo lahir dari ketakutan untuk tidak tertinggal tren, orang dengan sindrom Fomo ini lebih memilih untuk menampilkan kehidupan mereka yang (terlihat) mengikuti tren di media sosial. Misalnya saat ini sedang marak liburan ke luar negeri, maka orang yang sebetulnya tidak mampu akan tetap berusaha mengikuti tren tersebut.

Sebenarnya kepo sendiri wajar dilakukan karena manusia memang punya dasar sifat penasaran. Tapi dengan catatan dilakukan dalam kadar sedang. Nah kalau sudah jadi kebiasaan sampai membuat ketergantungan, justru akan menimbulkan bahaya. Terlebih kalau yang dikepo adalah kehidupan orang lain. Selain bisa memupuk rasa iri, kepo juga menandakan orang tersebut sebenarnya tidak bahagia, selalu cemas, karena tak pernah berhenti membandingkan kehidupannya dengan orang lain.

Nah, karena Fomo ini dipandang sebagai sesuatu yang tidak selayaknya terjadi, seorang penulis buku  ‘Too Much of a Good Thing: Are You Addicted to Your Smartphone?’, Dr. James A. Roberts menyarankan mereka dengan sindrom ini untuk melakukan pengendalian diri, seperti memberi batasan mengakses media sosial dan lebih fokus berkomunikasi langsung dengan kerabat, teman, maupun pasangan.

Caranya? Banyak yang memilih untuk berhutang atau bahkan berbohong. Kondisi ini sesuai survei dari LearnVest, perusahaan perencanaan keuangan AS, yang menyatakan lebih dari 56% generasi millennial mengakui alasan mereka memasang foto sedang makan atau mengunjungi tempat yang lebih mahal di media sosial, untuk membuat mereka tampak lebih diminati dan menciptakan kecemburuan sosial.

Nah, jelas disini bahwa yang mereka butuhkan hanyalah pencitraan. Alasannya ya karena ketakutan untuk ‘tertinggal’ tadi. Ini erat kaitannya dengan istilah social climber. Para social climber ini kerap menggunakan segala cara supaya bisa diterima oleh orang-orang yang memiliki status sosial lebih tinggi dan nggak ragu-ragu meski harus bohong. Miris ‘kan